GUA6BSWiGfM5GUC7TUzoTpA8Ti==
Light Dark
Public Speaking di Era Digital

Public Speaking di Era Digital

Daftar Isi
×

Di era digital saat ini, cara manusia berkomunikasi mengalami banyak perubahan. Perkembangan teknologi, internet, dan media sosial membuat komunikasi menjadi lebih cepat dan luas. Generasi Z, yaitu generasi yang lahir dan tumbuh bersama teknologi digital, dikenal aktif di media sosial dan dunia online. Namun, hal tersebut tidak selalu sejalan dengan kemampuan berbicara secara langsung di depan umum.

Public speaking atau kemampuan berbicara di depan umum masih menjadi tantangan bagi banyak mahasiswa dan generasi muda. Tidak sedikit mahasiswa yang merasa gugup, kurang percaya diri, atau kesulitan menyampaikan pendapat dengan jelas saat berbicara di depan orang banyak. Padahal, kemampuan public speaking sangat dibutuhkan, baik di dunia pendidikan maupun di dunia kerja.

Artikel ini ditulis oleh Milpa Abdullah Endik sebagai bagian dari tugas mata kuliah Public Speaking untuk membahas pentingnya public speaking bagi Generasi Z di era digital dengan menggunakan pendekatan 5W+1H.

Apa Itu Public Speaking?

Public speaking adalah kemampuan seseorang untuk menyampaikan pesan atau ide secara lisan kepada audiens dengan cara yang jelas, menarik, dan meyakinkan. Bukan sekadar bicara, tapi juga bagaimana cara kita menyusun kata-kata, mengatur intonasi, bahasa tubuh, dan cara berinteraksi dengan audiens supaya pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik.

Public speaking bisa terjadi dalam berbagai bentuk, seperti:

• Pidato formal di acara resmi, seminar, atau konferensi.

• Presentasi di kelas, organisasi, atau dunia kerja.

• Diskusi interaktif atau debat yang menuntut kita menyampaikan pendapat dengan logis.

Konten digital, misalnya video edukatif, live streaming, atau podcast, yang kini makin populer di era Generasi Z.

Selain itu, public speaking juga melibatkan kemampuan mengendalikan rasa gugup, menyesuaikan gaya berbicara dengan audiens, dan menyampaikan pesan dengan percaya diri. Kemampuan ini sangat penting, karena meski kita punya ide cemerlang, jika tidak bisa menyampaikannya dengan baik, pesan itu bisa tidak sampai atau salah dimengerti.

Siapa Yang Membutuhkan Public Speaking?

Pada dasarnya, semua orang membutuhkan kemampuan public speaking. Namun, keterampilan ini menjadi sangat penting bagi Generasi Z, khususnya mahasiswa. Mahasiswa dituntut untuk aktif berbicara dalam diskusi kelas, presentasi kelompok, seminar, dan kegiatan organisasi.

Selain itu, calon lulusan perguruan tinggi juga harus siap menghadapi dunia kerja yang menuntut kemampuan komunikasi yang baik. Oleh karena itu, mahasiswa seperti Milpa Andulla Endik perlu menguasai public speaking sebagai bekal untuk masa depan.

Diamana Publik Speaking Digunakan?

Public speaking dibutuhkan di hampir semua aspek kehidupan, baik secara langsung maupun digital.

LingkunganAkademik

Di kampus atau sekolah, public speaking sering digunakan saat presentasi tugas, seminar, diskusi kelas, atau organisasi mahasiswa. Misalnya, saat mempresentasikan proyek kelompok, menjelaskan penelitian, atau memberikan laporan kegiatan organisasi, kemampuan berbicara yang jelas dan percaya diri akan membuat audiens lebih mudah memahami pesan kita.

Lingkungan Profesional / Dunia Kerja

Saat memasuki dunia kerja, public speaking menjadi salah satu keterampilan yang sangat dihargai. Mulai dari wawancara kerja, rapat proyek, pitching ide, hingga memberikan pelatihan atau presentasi di depan klien, semua membutuhkan kemampuan berbicara yang efektif dan meyakinkan.

Media Digital dan Sosial

Generasi Z kini juga menggunakan media digital sebagai tempat public speaking. YouTube, TikTok, Instagram Live, podcast, dan webinar memungkinkan kita berbicara kepada audiens yang lebih luas. Di sini, kemampuan menyusun kata, intonasi, dan interaksi dengan penonton tetap dibutuhkan, meski hanya melalui layar.

Acara Sosial dan Komunitas

Public speaking juga dibutuhkan saat berbicara di komunitas, organisasi sosial, atau kegiatan masyarakat. Misalnya, menjadi pembicara di acara penggalangan dana, seminar motivasi, atau kegiatan sosial lainnya.

Dengan kata lain, kemampuan public speaking bukan cuma soal ngomong di depan kelas, tapi berlaku di hampir semua aspek kehidupan—mulai dari akademik, profesional, digital, sampai sosial. Semakin mahir kita dalam public speaking, semakin banyak kesempatan untuk menyampaikan ide dengan tepat dan percaya diri.

Kapan Public Speaking Dibutuhkan?

Public speaking dibutuhkan kapan saja seseorang harus menyampaikan pendapat, ide, atau informasi kepada orang lain. Dalam dunia perkuliahan, public speaking dibutuhkan hampir setiap waktu, terutama saat presentasi dan diskusi kelas.

Di dunia kerja, public speaking dibutuhkan saat wawancara kerja, presentasi proyek, rapat tim, dan kegiatan profesional lainnya. Oleh karena itu, kemampuan public speaking

sebaiknya mulai dilatih sejak masih menjadi mahasiswa.

Mengapa Public Speaking Penting Bagi Generasi Gen z

Public speaking penting bagi Generasi Z karena dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi. Dengan public speaking yang baik, seseorang dapat menyampaikan ide secara jelas dan meyakinkan.

Selain itu, kemampuan public speaking juga dapat membuka peluang yang lebih luas, baik di dunia akademik maupun profesional. Banyak kesempatan yang dapat diraih oleh seseorang yang mampu berbicara dengan baik, seperti menjadi pemimpin, pembicara, atau perwakilan dalam berbagai kegiatan.

Bagaimana Cara Mengembangkan Piblick Speaking?

Mengembangkan kemampuan public speaking membutuhkan latihan, pengalaman, dan strategi yang tepat. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan oleh Generasi Z, terutama mahasiswa:

Latihan Rutin

Latihan adalah kunci utama. Mulailah dengan berbicara di depan cermin, merekam diri sendiri, atau berlatih di depan teman dan keluarga. Dengan sering latihan, rasa gugup bisa berkurang, dan cara menyampaikan pesan menjadi lebih natural.

Ikut Organisasi atau Kegiatan Publik

Bergabung dengan organisasi kampus, klub debat, atau kegiatan ekstrakurikuler memberikan kesempatan untuk berbicara di depan orang lain. Ini sekaligus membantu melatih kepercayaan diri dan kemampuan berinteraksi dengan audiens yang berbeda.

Mengikuti Workshop atau Pelatihan

Mengikuti workshop public speaking atau seminar komunikasi bisa membantu memahami teknik berbicara yang efektif, mulai dari pengaturan intonasi, bahasa tubuh, hingga cara menyusun pesan yang persuasif.

Belajar dari Pembicara Profesional

Menonton atau mendengarkan pembicara profesional, baik di seminar, TED Talks, atau konten video online, bisa memberikan inspirasi tentang gaya berbicara, penyampaian ide, dan teknik memikat audiens.

Memanfaatkan Media Digital

Gunakan platform digital seperti YouTube, podcast, atau Instagram untuk berlatih public speaking. Membuat konten video bisa melatih cara menyusun pesan yang singkat, jelas, dan menarik. Selain itu, kita bisa mendapatkan feedback dari audiens yang menonton.

Evaluasi Diri dan Minta Feedback

Setelah latihan atau tampil di depan audiens, lakukan evaluasi diri. Catat hal yang sudah bagus dan yang perlu diperbaiki. Jangan takut meminta feedback dari teman, mentor, atau dosen agar kemampuan public speaking terus meningkat.

Dengan kombinasi latihan, pengalaman, dan penggunaan media digital, kemampuan public speaking akan berkembang secara signifikan. Semakin sering berlatih, semakin percaya diri kita saat berbicara, baik di dunia nyata maupun di platform digital.

Peran Media Digital Dalam Public Speaking

Di era sekarang, media digital punya peran yang sangat besar dalam kehidupan Generasi Z, termasuk dalam hal public speaking. Kalau dulu kita cuma latihan ngomong di depan orang langsung, sekarang banyak banget platform digital yang bisa dimanfaatin buat melatih dan menunjang kemampuan berbicara.

Media Sosial sebagai Media Latihan dan Penyampaian Pesan

Generasi Z biasanya aktif banget di media sosial kayak Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook. Nah, platform-platform ini bisa jadi tempat latihan public speaking juga. Misalnya, bikin video pendek, live streaming, atau bahkan podcast. Dengan begini, kita belajar menyusun pesan supaya singkat, jelas, dan menarik buat audiens yang banyak dan beragam.

Platform Virtual Meeting dan Webinar

Selama pandemi dan bahkan setelahnya, platform seperti Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams makin populer. Ini jadi ruang baru buat public speaking secara online. Kita harus belajar gimana cara ngomong yang tetap efektif walau nggak ketemu muka langsung. Misalnya, atur intonasi suara, kontak mata lewat kamera, dan gunakan bahasa tubuh supaya audiens tetap fokus.

Kelebihan Media Digital

Media digital memungkinkan kita untuk menjangkau audiens lebih luas tanpa batasan ruang dan waktu. Video yang kita buat bisa ditonton kapan saja dan di mana saja. Ini jadi kesempatan bagus buat meningkatkan kemampuan public speaking sekaligus membangun personal branding.

Tantangan Berbicara di Media Digital

Tapi, bicara di media digital juga punya tantangan sendiri. Kita harus bisa bikin pesan yang padat dan tidak membosankan karena perhatian audiens di dunia digital cenderung cepat berpindah. Selain itu, ada risiko komentar negatif atau kritik yang harus kita siapkan mentalnya.

Strategi Memaksimalkan Public Speaking di Media Digital

Untuk bisa sukses, kita harus terus berlatih dan beradaptasi dengan karakter media digital. Misalnya, belajar editing video supaya konten lebih menarik, pakai bahasa yang mudah dimengerti, dan selalu siap dengan respons audiens. Gunakan feedback dari penonton sebagai bahan evaluasi agar kemampuan kita makin oke.

Tantangan Public Speaking Bagi Generasi Gen Z

Salah satu tantangan public speaking bagi Generasi Z adalah rasa kurang percaya diri dan takut melakukan kesalahan saat berbicara. Selain itu, kebiasaan menggunakan bahasa tidak formal di media sosial juga dapat memengaruhi cara berbicara dalam situasi formal.

Tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi dengan latihan, pengalaman, dan kemauan untuk terus belajar. Dengan membiasakan diri berbicara di depan umum, kemampuan public speaking akan semakin berkembang.

Public speaking merupakan keterampilan yang sangat penting bagi Generasi Z di era digital. Kemampuan ini tidak hanya membantu mahasiswa dalam kegiatan akademik, tetapi juga menjadi modal utama untuk menghadapi dunia kerja.

Sebagai mahasiswa mata kuliah Public Speaking, Milpa Andullah Endi diharapkan mampu memahami pentingnya public speaking dan terus melatih kemampuan komunikasi. Dengan public speaking yang baik, Generasi Z dapat menjadi generasi yang percaya diri, berani, dan siap bersaing di masa depan.


Nama : Milpa Abdullah Endik

NIM : 11523000084

Artikel ini untuk memenuhi tugas dosen pengampu mata kuliah public speaking Drs.

Widyatmo Wkoputro,M.A